Posts Subscribe to InFoGauLComments

Online bookmark Bookmark

CP : 081515325009 E-mail : pkpmiiunisla@gmail.com Dengan kepala tegak menghadap sang saka merah putih Kami tujukan hati kami, lurus, kepada Pancasila Tatapan mata kami tak ingin berpaling dari gagahnya sang Garuda Tegas menolak apa pun yang berani menginjak Bhinneka Tunggal Ika Salam Pergerakan.....

MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru) Rayon Al-Fikr UNISLA Veteran dilaksanakan di PP. ROUDLOTUT TULLAB, Gunung Kendil, Paciran

Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) adalah fase orientasi dan penegenalan awal PMII kepada mahasiswa baru dalam rangka rekrutmen mahasiswa untuk menjadi anggota PMII (23-25/10). MAPABA merupakan tahap pertama dalam jenjang pengkaderan formal PMII. Karena di PMII sendiri terdiri dari beberapa tahap pengkaderan dan salah satunya adalah MAPABA. Didalamnya mengajarkan dasar-dasar ke-Aswaja-an dan bagaimana menjadi seorang kader yang berpotensi. Dilaksanakan selama 3 hari dan bertempat di Pondok Pesantren, merupakan ciri khas kearifan lokal aktifis pergerakan.

Dilihat dari tujuannya secara umum, mahasiswa peserta MAPABA Rayon AL-FIKR UNISLA Veteran diharapkan menjadi anggota berkualitas Mu'takid, yakni anggota yang memiliki loyalitas atau kesetiaan terhadap organisasi. Secara khusus, setelah mengikuti MAPABA anggota diharapkan memiliki keyakinan bahwa PMII adalah organisasi kemahasiswaan yang paling tepat untuk mengembangkan diri mahasiswa Islam. Memiliki keyakinan bahwa PMII adalah organisasi mahasiswa Islam yang paling tepat untuk memperjuangkan idealisme. Mengikuti Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah (ASWAJA) sebagai prinsip pemahaman, pengamalan dan penghayatan Islam di Indonesia. MAPABA yang diselenggarakan oleh Pengurus Rayon AL-FIKR UNISLA Veteran, di laksanakan melalui Bidang Pengkaderan mengkoordinasi pelaksanaan MAPABA secara umum, yang bertemakan “Menancapkan Idealisme dan Jiwa Kepemimpinan melalui PMII ”.

Dalam kegiatan yang telah berlangsung selama kurang lebih dua hari ini, diisi oleh beberapa pemateri yang kebanyakan adalah Pengurus Rayon PMII AL-FIKR UNISLA Veteran sendiri yang sekarang ada beberapa yang menjadi Pengurus Komisariat UNISLA Veteran. Salah satu dari beberapa materi tersebut adalah Menginternalisasi NDP (Nilai Dasar Pergerakan). NDP di PMII berkedudukan menjadi sumber kekuatan ideal-moral dari aktivitas pergerakan dan pusat argumentasi serta pengikat kebenaran dari kebebasan berfikir, berucap dan bertindak dalam aktivitas pergerakan. Selanjutnya diakhir MAPABA ini nanti akan dilanjutkan dengan PEMBAI'ATAN guna mengikat dan memperkokoh keyakinan anggota baru.

PMII bukan sekedar organisasi biasa yang mengusung basic agamanya saja melainkan juga menumbuhkan jiwa kader-kader muda yang menuntut perubahan untuk bangsa yang lebih baik. Karena Mahasiswa sebagai agen perubahan yang mempelopori dari kaum akademisi yang lebih kritis dan tanggap.

(PR PMII AL-FIKR UNISLA Vetetan)
Read more >>

PR PMII FKIP KEBANGKITAN UNISLA Veteran Gelar MAPABA V

UNISLA Veteran - Masa Penerimaan Anggota Baru Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon FKIP Kebangkitan UNISLA Veteran berlangsung di Gedung MWC NU Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jum'at (16/10). Moch. Rofian selaku ketua PK PMII UNISLA Veteran pada sambutannya memberikan pencerahan dan motivasi pengkaderan berbasis lokal yang sedang dihadapi oleh mahasiswa FKIP Kebangkitan.

Dihadapan peserta MAPABA yang bertema “Mewujudkan Professionalisme Kader dalam Bingkai Pergerakan”,“PMII Rayon FKIP Kebangkitan harus tampil sebagai garda terdepan untuk mencetak generasi muda yang professional dan tentunya berakhlak mulia, melihat dewasa ini Indonesia dengan generasi mudanya masih banyak permasalahan-permasalahan yang terjadi, tentunya sebagai orang tua berharap anaknya mampu tumbuh dan menjadi solusi atas permasalahan ini” Ungkapnya.

“PMII Rayon FKIP Kebangkitan tidak boleh kehilangan identitas sebagai organisasi kemahasiswaan yang senantiasa mengawal kaderisasi yang bersaing diranah Fakultas melalui organisasi intra kampus, tentunya sebagai organisasi yang masih memegang nilai nilai, norma norma dan produk Hukum PMII lainnya yang senantiasa menjunjung tinggi nilai nilai keislaman dan mampu mewujudkan cita cita kemerdekaan indonesia.

.”“Kemudian PMII harus tampil sebagai pengawal ideologi NU Ahlusunnah Wal Jamaah (Aswaja), ditengah maraknya propaganda pemahaman yang melenceng darinilai-nilai Islam Aswaja.” Tambahnya.

MAPABA yang dijadwalkan selama 3 hari ini diharapkan menjadi garda terdepan menjaga nilai nilai pesantren yang sudah melekat dikalangan kader PMII, Dan menerima nilai-nialai baru yang lebih baik sehingga menjadi kader militan berbasis intelektual pesantren.
Diakhir acara MAPABA ini akan digelar malam puncak dengan Kontemplasi oleh Pengurus Komisariat PMII UNISLA Veteran yang kemudian dilanjutkan Pembai'atan oleh Pengurus Cabang PMII Lamongan.

(PR PMII FKIP KEBANGKITAN UNISLA Veteran)
Read more >>

Narasi Gerakan Nasional 70 Tahun Indonesia Merdeka


Tujuh puluh tahun Indonesia Merdeka adalah rakhmat tak ternilai dari Allah Yang Maha Kuasa. Kita meyakini sebagaimana para Bapak dan Ibu Bangsa Indonesia meyakini, bahwa Indonesia Merdeka adalah suatu jembatan emas untuk mewujudkan semua harapan berbangsa dan bernegara, yakni: memiliki Indonesia yang “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan Harapan".

Harapan itu hanya bisa dicapai dengan kerja. Hanya melalui kerja sebuah bangsa akan meraih kemakmuran dan kejayaannya. Hanya melalui kerja, bangsa Indonesia akan bisa membangun jiwa dan sekaligus membangun raganya untuk kejayaan Indonesia Raya. Hanya melalui kerja, Republik Indonesia akan dapat berdiri kokoh untuk selama-lamanya dan mampu mewujudkan semua cita-cita mulia yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Kerja yang dimaksud bukanlah semata-mata kerja biasa. Kerja haruslah dilakukan dengan keinsyafan akan kekuatan dari Persatuan Indonesia. Kerja yang dilakukan dengan gotong royong. Gotong royong dari seluruh anak bangsa tanpa kecuali. Gotong royong bukan hanya urusan rakyat, para pemimpin-pun harus mampu memberi contoh bergotong royong dalam kerja. Karena kita yakin bahwa tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia hari ini dalam aras nasional, regional dan global memerlukan suatu upaya bersama yang melibatkan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Gotong-royong dalam kerja seharusnya menjadi jiwa gerakan perayaan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.

Melalui Gerakan Nasional 70 Tahun Indonesia Merdeka, yang dicanangkan tepat di Nol Kilometer Indonesia di Kota Sabang ini, Presiden Joko Widodo bertekad menjadikannya sebagai titik tolak mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia dengan gotong royong. Presiden Joko Widodo ingin menggunakan momentum perayaan 70 tahun Indonesia merdeka untuk memperbarui tekad dalam mewujudkan harapan seluruh rakyat Indonesia. Harapan para petani. Harapan para nelayan. Harapan kaum buruh, Harapan rakyat di kawasan perbatasan dan pulau- pulau terluar. Harapan dari segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dengan keinsyafan itulah, dari Nol Kilometer Indonesia ini Presiden Joko Widodo menyerukan: Ayo Kerja! Ayo Kerja! Ayo Kerja! Presiden Joko Widodo mengajak kerja bersama-sama untuk membuat harapan rakyat itu bisa terwujud. Gerakan “Ayo Kerja” ini merupakan satu langkah besar mewujudkan impian Indonesia Merdeka dalam arti sesungguhnya.

Ayo kerja bukanlah slogan semata melainkan sebuah pergerakan. Pergerakan apa? Pergerakan seperti halnya yang pernah dibayangkan oleh Bung Karno, Bapak Bangsa dan Proklamator Kemerdekaan bahwa “...pergerakan kita janganlah pergerakan yang kecil-kecilan; pergerakan kita itu haruslah pada hakekatnya suatu pergerakan yang ingin mengubah sama sekali sifatnya masyarakat, suatu pergerakan yang ingin menjebol kesakitan-kesakitan masyarakat sampai kesulur-sulurnya dan akar-akarnya.” Presiden Joko Widodo memiliki keyakinan yang sama bahwa pergerakan yang kita ingin bangun adalah pergerakan menjebol mentalitas bangsa yang berada dalam keterjajahan, ketertindasan, ketidakadilan, ketidak merdekaan serta membangun mentalitas baru sebagai bangsa yang merdeka 100 persen. Itulah makna yang paling mendasar dari revolusi mental

Ayo Kerja! Sesungguhnya adalah perwujudan praktis dari gerakan revolusi mental yang juga dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sejak awal pemerintahannya. Revolusi mental itu bukan hanya untuk rakyat namun harus menjangkau dan mengikat para penyelenggara negara. Para penyelenggara negara memiliki tanggung jawab moral maupun konstitusional untuk bekerja jujur, tanpa pamrih, melayani rakyat secara paripurna.

Gerakan Nasional “Ayo Kerja” tidak ingin berhenti pada slogan ataupun perayaan semata, tapi gerakan ‘Ayo Kerja’ ingin menjadi gerakan nyata yang diharapkan mampu membangkitkan semangat rakyat dalam mewujudkan impian Indonesia Merdeka. Gerakan “Ayo Kerja” juga berupaya mendorong partisipasi seluruh rakyat Indonesia untuk terlibat, turun tangan secara bersama-sama mewujudkan impiannya. Dalam pencanangan Gerakan Nasional “Ayo Kerja” ini, Presiden Joko Widodo menyaksikan pembacaan impian Indonesia 70 Tahun ke depan dari salah seorang perwakilan anak bangsa di ujung paling barat Indonesia. Penulisan impian anak bangsa itu akan disimpan secara rapi dalam “Kapsul Waktu”.

Membayangkan Indonesia 70 Tahun ke depan di harapkan bergulir di seluruh pelosok Indonesia: mulai dari desa-desa di pedalaman, kampung-kampung pesisir sampai dengan di kota-kota. Impian seluruh rakyat Indonesia dari 34 Provinsi akan disimpan dalam “Kapsul Waktu” yang rencananya perjalanannya berakhir di Provinsi Papua, tepatnya di ujung timur Indonesia, Merauke. Di Merauke inilah Presiden Joko Widodo akan menuliskan impiannya tentang 70 Tahun Indonesia ke depan dan menyimpannya dalam “Kapsul Waktu”. Membayangkan Indonesia masa depan melalui “Kapsul Waktu”, adalah menuliskan harapan tentang kemajuan dan kejayaan Indonesia Raya. Tugas kita bersama untuk bergerak mewujudkannya.
Ayo Kerja!

(PK PMII UNISLA Veteran)
Read more >>
 

Arsip Blog

Traffic Info

PK PMII UNISLA Veteran
Flag Counter